Pengantar GB/T 193-2003

GB/T 193-2003 menetapkan diameter dan jarak ulir untuk ulir sekrup metrik tujuan umum, yang juga dikenal sebagai ulir biasa. Standar ini sangat penting untuk memastikan kompatibilitas dan kemampuan saling tukar dalam aplikasi teknik mesin, seperti pengencang, komponen mesin, dan sistem perakitan. Standar ini mendefinisikan tiga seri diameter dan membedakan antara jarak ulir kasar dan halus, dengan prioritas untuk memandu pemilihan demi kinerja dan kemudahan manufaktur yang optimal.

Standar ini selaras dengan praktik internasional, berdasarkan ISO 261, dan banyak digunakan di berbagai industri termasuk otomotif, kedirgantaraan, dan manufaktur. Kepatuhan yang tepat meminimalkan kegagalan akibat ulir yang tidak sesuai, meningkatkan distribusi beban, dan mendukung proses produksi yang efisien.

Seri Diameter

Diameter dikategorikan menjadi tiga seri: seri ke-1 (paling disukai), seri ke-2 (sekunder), dan seri ke-3 (paling tidak disukai). Prioritaskan seri ke-1 untuk aplikasi standar guna meningkatkan keseragaman. Seri ini berkisar dari M1 hingga M300, mencakup ulir presisi kecil hingga ulir struktural besar.

  • Seri ke-1: Pilihan utama untuk sebagian besar desain, misalnya, M1, M1.2, M1.6, M2, M2.5, M3, M4, M5, M6, M8, M10, M12, M16, M20, M24, M30, M36, M42, M48, M56, M64, M72, M80, M90, M100.
  • Seri ke-2: Digunakan bila seri pertama tidak sesuai, misalnya, M1.1, M1.4, M1.8, M2.2, M3.5, M4.5, M7, M9, M11, M14, M18, M22, M27, M33, M39, M45, M52, M60, M68, M76, M85, M95, M105.
  • Seri ke-3: Hindari penggunaan kecuali jika memang diperlukan, misalnya M5.5, M15, M17, M25, M26, M28, M32, M35, M38, M40, M50, M55, M58, M62, M65, M70, M75, M78, M82.

Panduan pemilihan: Mulailah dengan seri pertama untuk mengurangi biaya inventaris dan perkakas. Untuk kebutuhan khusus, seperti aplikasi berkekuatan tinggi atau dengan ruang terbatas, pertimbangkan seri kedua atau ketiga.

Seri Benang: Benang Kasar dan Halus

Ulir dibagi menjadi ulir kasar (terutama untuk penggunaan umum) dan ulir halus (untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan tarik lebih tinggi atau ketahanan terhadap getaran). Ulir kasar memudahkan perakitan dan kurang rentan terhadap ulir silang, sedangkan ulir halus memberikan penyesuaian dan daya dukung beban yang lebih baik pada desain yang ringkas.

Poin-poin penting yang ingin disampaikan meliputi:

  1. Jarak ulir kasar: Standar untuk setiap diameter, misalnya, 0,25 mm untuk M1, meningkat menjadi 6 mm untuk diameter yang lebih besar seperti M64.
  2. Jarak antar lubang yang rapat: Diprioritaskan mulai dari 8 mm hingga 0,2 mm, dengan ketersediaan yang bervariasi tergantung diameter.

Hindari penggunaan jarak ulir dalam tanda kurung jika memungkinkan, karena dapat mempersulit proses manufaktur. Misalnya, jarak ulir yang sangat kecil seperti 1,25 mm hanya terbatas pada diameter tertentu.

Tingkat Prioritas untuk Presentasi

Tingkat prioritas ulir tertentu berlaku untuk ulir halus, yang memandu pemilihan:

  • 8 mm: Prioritas tertinggi untuk diameter besar (misalnya, M70 dan di atasnya).
  • 6 mm: Umum untuk ukuran sedang hingga besar (misalnya, M56 hingga M300).
  • 4 mm: Untuk diameter mulai dari M42 ke atas.
  • 3 mm: Banyak digunakan dari M36 hingga M300.
  • 2 mm: Untuk M18 hingga M52.
  • 1,5 mm: Dari M10 hingga M60.
  • 1,25 mm: Terbatas, misalnya, M8, M10, M12.
  • 1 mm: Dari M6 hingga M33.
  • 0,75 mm: Dari M5.5 hingga M10.
  • 0,5 mm: Dari M3.5 hingga M5.5.
  • 0,35 mm: Untuk diameter kecil seperti M2.5 hingga M3.5.
  • 0,25 mm: Untuk M2 hingga M2,2.
  • 0,2 mm: Untuk M1 hingga M1,8.

Prioritas yang lebih tinggi memastikan standardisasi dan ketersediaan yang lebih baik. Untuk ulir kasar, pitch tunggal yang ditentukan selalu lebih disukai.

Tabel Diameter dan Jarak Pitch Terperinci

Tabel berikut merangkum diameter, seri, jarak ulir kasar, dan jarak ulir halus yang tersedia berdasarkan prioritas. Gunakan tabel ini untuk pemilihan yang tepat dalam desain.

DiameterSeriLapangan KasarJarak Halus (8 mm)Jarak Halus (6 mm)Jarak Halus (4 mm)Jarak Halus (3 mm)Jarak Halus (2 mm)Jarak antar lubang halus (1,5 mm)Jarak antar lubang halus (1,25 mm)Jarak Halus (1 mm)Jarak antar lubang halus (0,75 mm)Jarak antar lubang halus (0,5 mm)Jarak antar lubang halus (0,35 mm)Jarak antar lubang halus (0,25 mm)Jarak antar lubang halus (0,2 mm)
M1pertama0.250.2
M1.1ke-20.250.2
M300ke-28643

Catatan: ① Hanya untuk busi pada mesin. ② Hanya untuk mur pengunci bantalan. Prioritaskan diameter seri 1, kemudian seri 2, lalu seri 3. Hindari ulir dalam tanda kurung jika memungkinkan.

Aplikasi dan Praktik Terbaik

Dalam praktiknya, pilih ulir berdasarkan persyaratan beban, kekuatan material, dan faktor lingkungan. Untuk lingkungan dengan getaran tinggi, ulir dengan jarak antar ulir yang rapat direkomendasikan. Selalu verifikasi toleransi sesuai GB/T 197 untuk bagian yang saling berpasangan. Standar ini mendukung desain berkelanjutan dengan menstandarisasi komponen, mengurangi limbah dalam produksi.

  • Otomotif: Gunakan M10x1.25 untuk busi (catatan ①).
  • Mesin: M35 untuk mur pengunci bantalan (catatan ②).
  • Umum: Jarak antar lubang yang kasar untuk perakitan cepat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan antara pitch kasar dan pitch halus dalam GB/T 193-2003?
Ulir kasar adalah standar untuk penggunaan umum, memberikan kemudahan pemasangan dan ketahanan terhadap pengelupasan. Ulir halus menawarkan penyesuaian yang lebih presisi, kekuatan per satuan panjang yang lebih tinggi, dan ketahanan getaran yang lebih baik, ideal untuk aplikasi presisi atau beban tinggi.
Bagaimana cara saya memilih seri diameter yang tepat?
Selalu mulai dengan seri pertama untuk standardisasi. Gunakan seri kedua jika seri pertama tidak memenuhi kebutuhan dimensi, dan seri ketiga hanya sebagai upaya terakhir untuk menghindari masalah perkakas dan pasokan yang tidak standar.
Apakah ada batasan pada ukuran atau diameter tertentu?
Ya, misalnya, M12x1.25 dicatat untuk penggunaan spesifik, dan ukuran ulir dalam tanda kurung harus dihindari untuk menyederhanakan proses manufaktur. M35 terbatas pada mur pengunci bantalan.
Bagaimana standar ini berhubungan dengan standar internasional yang setara?
GB/T 193-2003 setara dengan ISO 261, sehingga menjamin kompatibilitas global. Perbedaan mungkin ada dalam kelas toleransi, jadi lakukan rujukan silang dengan ISO untuk proyek internasional.
Bahan apa saja yang cocok untuk benang-benang ini?
Bahan umum yang digunakan meliputi baja karbon, baja tahan karat, dan paduan. Pilih berdasarkan ketahanan korosi dan kekuatan; misalnya, gunakan AISI 304 untuk lingkungan korosif dengan jarak ulir yang rapat untuk menjaga integritas.
Bisakah saya menggunakan pitch halus untuk semua aplikasi?
Tidak, ulir dengan jarak antar pin yang rapat memerlukan penyelarasan yang tepat dan lebih rentan terhadap kerusakan selama perakitan. Gunakan ulir jenis ini hanya untuk aplikasi yang membutuhkan beban tarik tinggi atau di tempat yang ruangnya terbatas.